
Give the Gift of Choice!
Too many options? Treat your friends and family to their favourite stores with a Bayshore Shopping Centre gift card, redeemable at participating retailers throughout the centre. Click below to purchase yours today!Purchase HereHome
Alfred North Whitehead. Akar filosofis dari teori bidang kesadaran.: Transisi yang terus-menerus sebagai jalan menuju kesadaran universal.
Coles
Loading Inventory...
Alfred North Whitehead. Akar filosofis dari teori bidang kesadaran.: Transisi yang terus-menerus sebagai jalan menuju kesadaran universal. in Ottawa, ON
Current price: $11.27


Alfred North Whitehead. Akar filosofis dari teori bidang kesadaran.: Transisi yang terus-menerus sebagai jalan menuju kesadaran universal. in Ottawa, ON
Current price: $11.27
Loading Inventory...
Size: Kobo eBook
*Product information may vary - to confirm product availability, pricing, shipping and return information please contact Coles
Bayangkan sejenak Anda melihat sekeliling, mengamati dunia dengan mata baru. Apa yang akan Anda lihat? Kumpulan benda-benda statis, terpisah satu sama lain, diatur oleh hukum-hukum mekanis yang tak berubah? Atau sesuatu yang sangat berbeda: aliran peristiwa yang tak terhentikan, jalinan hubungan yang hidup, proses menjadi yang tak henti-hentinya di mana segala sesuatu adalah sebab sekaligus akibat, masa lalu sekaligus masa depan? Selama berabad-abad, pemikiran Barat kita telah mengutamakan pandangan pertama, yaitu pandangan tentang alam semesta yang "kokoh" dan dapat diprediksi, terpecah menjadi entitas-entitas yang terpisah dan acuh tak acuh. Namun, bagaimana jika ini hanyalah ilusi, sebuah kerangka mental yang dibangun untuk memberikan tatanan yang menenangkan pada kekacauan yang tampak?
Buku ini bertujuan untuk menemani Anda dalam perjalanan intelektual yang memikat, menjelajahi pemikiran filosofis yang berani membongkar ilusi ini: pemikiran Alfred North Whitehead. Seorang matematikawan brilian yang, saat berhadapan dengan batasan fisika dan filsafat pada zamannya, mengusulkan kosmologi revolusioner, “filsafat proses”. Whitehead tidak memandang dunia sebagai kumpulan benda, melainkan sebagai peristiwa yang berkelanjutan, sebuah orkestra di mana setiap nada (setiap “tindakan pengalaman”) bergema, memengaruhi yang lain, dan larut dalam aliran waktu, meninggalkan gema yang membentuk apa yang akan datang. Bagi Whitehead, realitas tidak terdiri dari substansi statis, melainkan dari “organisme aktual”, momen-momen yang singkat dan tak terulang yang muncul dan lenyap dalam ritme universal.
Namun, mengapa pemikiran ini, yang lahir di tengah abad ke-20, begitu mengejutkan relevansinya dan, berani kami katakan, profetis? Mengapa " " dan konsep-konsepnya, seperti konsep "pengalaman" yang dipahami bukan sebagai kesadaran reflektif melainkan sebagai aktualitas mendasar setiap entitas, beresonansi dengan teori-teori ilmiah kontemporer yang paling berani? Jawabannya terdapat pada ikatan mendalam yang ingin diungkap oleh buku ini: jembatan antara kosmologi prosesual Whitehead dan "teori medan kesadaran universal" yang sedang berkembang.
Dengan membalik halaman-halaman ini, Anda akan menemukan bagaimana Whitehead telah meletakkan dasar konseptual untuk memikirkan dunia yang tidak lagi terfragmentasi dan mekanistik, melainkan saling terhubung dan dihidupkan oleh semacam "kepekaan" yang melekat. Kita akan menjelajahi bagaimana visinya tentang Tuhan sebagai prinsip kemungkinan dan ingatan—bukan sebagai pencipta eksternal, melainkan struktur dari proses menjadi itu sendiri—dapat menawarkan perspektif baru mengenai sifat realitas dan keberadaan kita sendiri.
Buku ini bertujuan untuk membuka perspektif baru, merangsang refleksi, dan menunjukkan bagaimana pemikiran filosofis yang tampaknya rumit dapat menerangi pertanyaan-pertanyaan terdalam yang kita ajukan tentang sifat realitas, kesadaran, dan tempat kita di alam semesta.
Bayangkan sejenak Anda melihat sekeliling, mengamati dunia dengan mata baru. Apa yang akan Anda lihat? Kumpulan benda-benda statis, terpisah satu sama lain, diatur oleh hukum-hukum mekanis yang tak berubah? Atau sesuatu yang sangat berbeda: aliran peristiwa yang tak terhentikan, jalinan hubungan yang hidup, proses menjadi yang tak henti-hentinya di mana segala sesuatu adalah sebab sekaligus akibat, masa lalu sekaligus masa depan? Selama berabad-abad, pemikiran Barat kita telah mengutamakan pandangan pertama, yaitu pandangan tentang alam semesta yang "kokoh" dan dapat diprediksi, terpecah menjadi entitas-entitas yang terpisah dan acuh tak acuh. Namun, bagaimana jika ini hanyalah ilusi, sebuah kerangka mental yang dibangun untuk memberikan tatanan yang menenangkan pada kekacauan yang tampak?
Buku ini bertujuan untuk menemani Anda dalam perjalanan intelektual yang memikat, menjelajahi pemikiran filosofis yang berani membongkar ilusi ini: pemikiran Alfred North Whitehead. Seorang matematikawan brilian yang, saat berhadapan dengan batasan fisika dan filsafat pada zamannya, mengusulkan kosmologi revolusioner, “filsafat proses”. Whitehead tidak memandang dunia sebagai kumpulan benda, melainkan sebagai peristiwa yang berkelanjutan, sebuah orkestra di mana setiap nada (setiap “tindakan pengalaman”) bergema, memengaruhi yang lain, dan larut dalam aliran waktu, meninggalkan gema yang membentuk apa yang akan datang. Bagi Whitehead, realitas tidak terdiri dari substansi statis, melainkan dari “organisme aktual”, momen-momen yang singkat dan tak terulang yang muncul dan lenyap dalam ritme universal.
Namun, mengapa pemikiran ini, yang lahir di tengah abad ke-20, begitu mengejutkan relevansinya dan, berani kami katakan, profetis? Mengapa " " dan konsep-konsepnya, seperti konsep "pengalaman" yang dipahami bukan sebagai kesadaran reflektif melainkan sebagai aktualitas mendasar setiap entitas, beresonansi dengan teori-teori ilmiah kontemporer yang paling berani? Jawabannya terdapat pada ikatan mendalam yang ingin diungkap oleh buku ini: jembatan antara kosmologi prosesual Whitehead dan "teori medan kesadaran universal" yang sedang berkembang.
Dengan membalik halaman-halaman ini, Anda akan menemukan bagaimana Whitehead telah meletakkan dasar konseptual untuk memikirkan dunia yang tidak lagi terfragmentasi dan mekanistik, melainkan saling terhubung dan dihidupkan oleh semacam "kepekaan" yang melekat. Kita akan menjelajahi bagaimana visinya tentang Tuhan sebagai prinsip kemungkinan dan ingatan—bukan sebagai pencipta eksternal, melainkan struktur dari proses menjadi itu sendiri—dapat menawarkan perspektif baru mengenai sifat realitas dan keberadaan kita sendiri.
Buku ini bertujuan untuk membuka perspektif baru, merangsang refleksi, dan menunjukkan bagaimana pemikiran filosofis yang tampaknya rumit dapat menerangi pertanyaan-pertanyaan terdalam yang kita ajukan tentang sifat realitas, kesadaran, dan tempat kita di alam semesta.

















